Kamis, 23 Mei 2024
  • Assalamualaikum, wr. wb. Selamat datang di Website RESMI SMP Muda Inovasi Kota Malang

Belajar AKM Bersama Pengawas Sekolah

Dalam rangka mempersiapkan dan mendukung kebijakan pemerintah perihal Asesmen Nasional (AN) maka SMP Muhammadiyah 2 Malang menggelar “Seminar Singkat” membedah AKM. Kegiatan ini diprakarsai oleh Waka Kurikulum, Saiful Rahman, S.Pd, M.Pd pada jumat, 13 agustus 2021 bertempat di ruang rapat sekolah dengan pemateri Bapak Drs. Muhammad Solichin selaku pengawas sekolah.

Pemaparan materi oleh Bapak Drs. Muhammad Solichin

Dengan diadakannya workshop AKM ini diharapkan guru lebih siap dalam membimbing peserta didik menghadapi pelaksanaan AKM. Demikian juga peserta didik diharapkan mampu mengenal berbagai tipe dan model soal AKM.
“Selama ini kita hanya membaca dari internet, melihat berita, dan diskusi dengan sesama guru terkait AKM, kegiatan hari ini untuk mempertegas dan mendapatkan informasi secara rinci terkait pelaksanaan AKM” ujar Saiful.
Sebelum memaparkan terkait Asesemen Nasional (AN) 2021, Pemateri melakukan pretest kepada seluruh guru dan karyawan yang hadir untuk mengukur pemahaman terkait dengan AN. Setelah pretest, dilanjutkan penyampaian terkait rencana pelaksanaan AN.

Antusias guru SMP Muda dalam mengikuti workshop AKM

AN adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang dasar dan menengah. Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan semua peserta didik untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Kompetensi yang dinilai mencakup kecakapan berpikir logis sistematis, kemampuan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah dan mengolah informasi. AKM menyajikan masalah – masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik dengan menggunakan kompetensi literasi dan numerasi. Literasi dan numerasi bukan mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi. Bentuk soal dalam AKM yaitu pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian.

“Kita masih menunggu informasi dari Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan AN, melihat kondisi pandemi yang belum berakhir. Bapak/Ibu guru harap bersabar serta tetap mempersiapkan AN ini agar tidak gagap” pungkas Solichin. (Edisi/foto: Bunayah Paramastri, S.Pd, Penulis: Bunayah Paramastri, S.Pd, Editor: Nuruddin Musyafa’, M.PdI)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR
error: Maaf !!