
Malang, 7 Juni 2026 — Suasana haru, bangga, dan penuh semangat mewarnai kegiatan Purnawiyata Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang yang diselenggarakan pada Minggu (07/06/2026) di Hotel Savana Malang. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk melepas para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang SMP sekaligus merayakan berbagai capaian dan talenta yang mereka miliki.
Acara dibuka dengan penampilan fashion show siswa kelas IX yang tampil kreatif, percaya diri dan elegan. Para siswa berjalan di atas panggung dengan penuh kebanggaan, disambut tepuk tangan dan gelak tawa dari orang tua, guru, dan para tamu undangan. Berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa kemudian turut memeriahkan suasana, menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan potensi dan karakter peserta didik.
Purnawiyata 2026 ini selayaknya “Indonesia Got Talent”, mulai dari penampilan “kata karate” dari Ibrahim, Tania dan Farhan menjadi pembeda dari sekolah Muhammadiyah pada umumnya. Penampilan sangat menyentuh dan menjadi pusat perhatian oleh Special Students Band (SSB), grup musik yang beranggotakan para siswa disabilitas SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang. Kehadiran mereka di atas panggung menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mengembangkan pendidikan inklusif yang memberikan ruang tumbuh bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

Momen paling mengharukan hadir ketika Ananda Yumna, salah satu siswa difabel, tampil memainkan piano sekaligus menyanyikan lagu Bunda. Dengan penghayatan yang mendalam dan kemampuan musikal yang memukau, ia berhasil menyentuh hati seluruh hadirin.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang, Supriyanto, tampil istimewa dengan menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris. Di hadapan para lulusan dan orang tua, beliau menekankan pentingnya menjaga tiga hubungan utama dalam kehidupan, yaitu hubungan dengan Allah SWT, hubungan dengan sesama manusia, serta memuliakan kedua orang tua.

“Kesuksesan sejati tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga hubungan yang baik dengan sang pencipta, sesame manusia dan berbakti kepada orang tua,” pesannya kepada para alumni.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Luthfi J. Kurniawan, mengingatkan bahwa sekolah tidak boleh dipahami sekadar sebagai bangunan fisik. Menurutnya, sekolah merupakan ruang dialektika keilmuan yang harus terus hidup melalui dinamika intelektual.
“Sekolah bukan hanya gedung dan fasilitas. Sekolah adalah ruang tumbuhnya gagasan, dialog, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, harus selalu ada dinamika intelektual di dalamnya,” ujarnya.
Kegiatan purnawiyata tahun ini juga menghadirkan pembicara spesial, kepala dinas pemuda olahraga dan pariwisata Kota Malang, Bapak Baihaqi, yang memberikan motivasi kepada para lulusan. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan zaman, akhlak harus tetap menjadi fondasi utama kehidupan.

“Ilmu yang tinggi harus diiringi dengan akhlak yang baik. Generasi muda yang berkarakter akan menjadi aset berharga bagi bangsa dan daerah,” tuturnya.
Setelah prosesi pengalungan gordon oleh kepala sekolah, kegiatan diakhiri dengan tampilan mengharu biru dari 121 siswa kelas IX berupa film dokumenter dan sungkem kepada orangtua. Orangtua terlihat menitihkan air mata haru, bangga dan perasaan lain saat mengikuti kegiatan tersebut .

Purnawiyata SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang tahun 2026 tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga panggung apresiasi bagi keberagaman potensi peserta didik, khususnya melalui penampilan siswa-siswa yang menginspirasi. Acara ini menjadi penegasan bahwa pendidikan yang bermakna adalah pendidikan yang memanusiakan manusia, mengembangkan setiap talenta, serta menanamkan nilai-nilai keimanan, keilmuan yang luas serta akhlak mulia sebagai bekal menuju masa depan, pungkas ketua pelaksana Sri Linggar Abdurrahman. (HUMAS SMP INOVASI)










